Visit to Kraksaan

  • 22 April 2016 |

vtokPembukaan Expo Visit to Kraksaan (VtoK) berlangsung meriah, Jumat (22/04). Sebanyak 94 stan yang disiapkan panitia terisi penuh. Yang ditampilkan pun beragam. Mulai produk unggulan khas Kabupaten Probolinggo dari sejumlah UKM, sampai hasil kinerja satker selama tiga tahun terakhir.


Expo Visit to Kraksaan sendiri menyediakan 40 stan untuk produk UKM Kabupaten Probolinggo. Salah satunya kerajinan bambu manis asal Lawean, Sumberasih dan kerajinan keramik asal Gending. Termasuk Galeri Elzata juga memeriahkan Expo Visit to Kraksaan.
Hasil kerja SKPD juga ditampilkan, seperti pengurusan layanan publik. Ada pengurusan kartu kuning gratis, layanan KB, layanan SIUP atau IUMK, layanan akte kelahiran, dan donor darah. Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari dan Wakil Bupati Timbul Prihanjoko hadir bersama suami dan istri masing-masing. yaitu, anggota DPR RI Hasan Aminuddin dan Hj Nunung Timbul Prihanjoko. Usai membuka Expo Visit to Kraksaan, Bupati langsung mengunjungi stan batik unggulan Kabupaten Probolinggo. Diantaranya Batik Dewi Rengganis, Arasy Batik, Batik Selowati, Batik Balqis, dan Batik Ronggo Mukti.
Di dalam stan-stan batik ini, Bupati Tantri dan WaBup Timbul cukup lama meninjau batik khas itu. Bupati Tantri mengatakan, Expo Visit to Kraksaan mengusung konsep baru. Event pameran ini hanya akan digelar satu kali dalam setahun. Ke depan, tidak ada lagi gelaran pameran sendiri-sendiri di masing-masing satker.
“Biar tidak merepotkan Pak Camat. Dengan digelar satu kali dalam setahun, pamerannya akan dibuat besar. Sehingga, masyarakat Kabupaten Probolinggo tertarik untuk datang,” lanjutnya. Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan terima kasih pada masyarakat Kabupaten Probolinggo. Karena Pemkab Probolinggo tahun ini meraih peringkat ke-15 tingkat nasional atas Kinerja Terbaik Pemerintahan Daerah se-Indonesia.
“Penghargaan itu akan diserahkan Senin (25/04) di Jakarta,” terangnya. Kepala Dinkop dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan, event Expo Visit to Kraksaan sebagai ajang promosi UKM, IKM yang sudah dibina Pemkab Probolinggo. Selain itu, pameran untuk meningkatkan daya saing daerah dalam menyambut MEA.
“Tidak hanya UKM, pameran juga diikuti di nas, badan, serta bagian. Tujuannya, sebagai evaluasi hasil pembangunan serta layanan-layanan pemerintah langsung pada masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, dalam expo disediakan panggung hiburan untuk masyarakat. Di panggung hiburan itu setiap hari mulai 22- 24 April akan diisi artis dangdut dan band dari lokal, regional, maupun nasional. 

Selengkapnya di dalam kategori ini: « Pelatihan Kriya Bambu Paus terdampar »
kembali ke atas