Aplikasi IUMK

  • 15 Februari 2018 |
  • Diterbitkan di Bulletin

gedang

Pada hari Kamis (15/2/2018), Kasi Perekonomian Kecamatan selaku operator kecamatan dan Pendamping IUMK (Ijin Usaha Mikro dan Kecil) di Kabupaten Probolinggo mengikuti bimbingan teknis (bimtek) manajemen aplikasi IUMK dari Kementerian Koperasi dan UKM bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo di Bromo Park Hotel Probolinggo,.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Asisten Deputi Perlindungan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM RI ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo serta didampingi Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Drs. Bambang Supriadi. MM

Asisten Deputi Perlindungan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM RI mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada para petugas kecamatan dan pendamping operator IUMK di Kabupaten Probolinggo dalam rangka input data IUMK ke dalam aplikasi IUMK.
Secara umum di Kabupaten Probolinggo sudah diterbitkan naskah IUMK di 24 kecamatan sebanyak 10 ribu. Namun belum semua masuk di aplikasi IUMK sebagai syarat utama diterbitkannya Kartu IUMK oleh BRI,
Menurut Asisten Deputi Perlindungan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Kartu IUMK ini banyak sekali manfaatnya. Salah satunya agar UKM bisa mengakses pembiayaan baik berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Mikro Kecil yang ada di BRI serta lembaga keuangan lain di Kabupaten Probolinggo. Sekaligus memudahkan pembinaan kepada para pelaku usaha mikro dan kecil baik itu oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo serta instansi terkait lainnya.

Melalui kegiatan ini Asisten Deputi Perlindungan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM berharap para operator di kecamatan dan pendamping IUMK bisa menginput data ke aplikasi IUMK sehingga seluruh naskah IUMK yang diterbitkan Camat dapat tersambung secara online mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional. Sementara itu, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI yang sudah membantu memberikan pelatihan kepada para operator kecamatan dan pendamping IUMK di Kabupaten Probolinggo.

Baca selengkapnya...

Pelatihan Hantaran

  • 25 Januari 2018 |
  • Diterbitkan di Bulletin

besuk

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Rabu dan Kamis (24-25/1/2018) memberikan pelatihan kerajinan tangan berupa hantaran di Pesanggrahan  Semampir, Kecamatan Kraksaan.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari Kecamatan KraksaanBesuk dan Krejengan. Selama pelatihan mereka mendapatkan materi tentang pembuatan hantaran dari narasumber Ivon Handycraft Dringu.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Probolinggo mengungkapkan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kreatifitas masyarakat para pelaku IKM agar bisa meningkatkan perekonomiannya. Serta se tidak-tidaknya bisa membuka lapangan kerja bagi dirinya sendiri maupun orang lain dengan cara merekrut tenaga kerja di lingkungan sekitar tempat tinggalnya
Menurut Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Probolinggo, pelatihan ini merupakan salah satu program pembinaan lingkungan sosial di wilayah IHT. Sehingga diharapkan dengan adanya pelatihan ini, masyarakat memiliki keterampilan sebagai usaha alternatif.

Baca selengkapnya...

Jaringan Antar UKM

  • 12 September 2017 |
  • Diterbitkan di Bulletin

besuk

Pada hari Senin, 11/9/2017, Dinas Koperasi Usaha Kabupaten Probolinggo melaksanakan kegiatan Business Matching bertempat di Semampir kecamatan Kraksaan dengan diikuti kurang lebih 25 peserta dari unsur UKM dari kelompok kerajinan, batik serta makanan dan minuman.
Menurut Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Drs. Bambang Supriadi, MM, Maksud dari kegiatan ini adalah mempertemukan antar UKM di kabupaten Probolinggo untuk menyelaraskan kegiatan usahanya agar UKM yang satu dengan yang lain saling mendukung dan membangun jaringan usaha antar UKM,
Dalam kegiatan ini, para UMKM juga merencanakan untuk membuka suatu showroom hasil produk unggulan UMKM kabupaten Probolinggo yang nantinya akan dikelola secara mandiri oleh UMKM dibawah naungan paguyuban UMKM Citra Pengusaha Mandiri Probolinggo (CPMP). Rencananya, showroom ini akan dibuka di daerah sentra mangga kecamatan Tongas.
“Tujuan dari showroom ini untuk menampung seluruh produk UMKM dari segala jenis baik handycraft, kerajinan dan mamin. Pengelolaan dari showroom ini berbeda dengan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah),” jelasnya.
Menurut Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah, selama ini Dekranasda berada di bawah koordinasi Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kabupaten Probolinggo. Tetapi showroom ini dilakukan langsung oleh UMKM itu sendiri mulai dari sistem pembayaran, promosi termasuk alur pengadaan barangnya.

Baca selengkapnya...

Pelatihan gerabah

  • 26 Juli 2017 |
  • Diterbitkan di Bulletin

besuk

Pada hari selasa 25 Juli 2017, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo melaksanakan kegiatan short course yang diikuti oleh warga desa Besuk kidul di kecamatan Besuk. Pelatihan yang dipusatkan di balai desa Besuk Kidul kecamatan Besuk ini dihadiri oleh Camat Besuk Teguh Prihantoro dan Kasi Pengembangan Informasi Bisnis Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Imam Suyitno. Sebagai narasumber hadir dari CV Ragiel Ababil.
Camat Besuk Teguh Prihantoro menyambut baik pelatihan singkat yang diberikan kepada masyarakat desa Besuk Kidul kecamatan Besuk. Masyarakat yang kesulitan modal hendaknya bisa meminjam di perbankan dengan jaminan sertifikat letter C.
“Nantinya kami siap untuk memberikan rekomendasi bahwa sertifikat tersebut benar-benar milik atas nama calon nasabah. Sehingga pihak perbankan tidak ragu atas sertifikat letter C yang dimilikinya, “katanya.
Sementara Kasi Pengembangan Informasi Bisnis Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Imam Suyitno mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan mutu dan kualitas gerabah yang dihasilkan oleh masyarakat. Dikarenakan selama ini kualitas dari hasil kerajinan ini dirasa kurang memadai.
pelatihan ini diberikan sebagai salah satu upaya untuk mempermudah dalam pemasaran produk yang dihasilkan. Mengingat begitu pentingnya akses pemasaran, maka dibuatlah kelompok (kluster) untuk mempermudah pemasaran. Melalui pelatihan ini kami mengharapkan agar ke depan ada generasi penerus yang mau melanjutkan usaha kerajinan gerabah yang sudah dilakukan secara turun temurun. Sebab pengrajin gerabah yang ada saat ini usianya sudah banyak yang tua, sehingga perlu ada pengkaderan yang mahir terhadap kerajinan gerabah.

Baca selengkapnya...

Paus terdampar

pausPaus pilot (pilot whale) yang mati terdampar di Pantai Randupitu, Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, bertambah menjadi sepuluh ekor, Kamis siang, 16 Juni 2016. Hal ini diketahui setelah dilakukan penyisiran mulai Kamis pagi hingga siang.
Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar mengatakan penanganan terhadap paus pilot yang terdampar di pesisir Probolinggo ini masih terus dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak. " Kepala BPSPL langsung memimpin upaya penanganan paus yang terdampar ini.

Baca selengkapnya...

Visit to Kraksaan

  • 22 April 2016 |
  • Diterbitkan di Bulletin

vtokPembukaan Expo Visit to Kraksaan (VtoK) berlangsung meriah, Jumat (22/04). Sebanyak 94 stan yang disiapkan panitia terisi penuh. Yang ditampilkan pun beragam. Mulai produk unggulan khas Kabupaten Probolinggo dari sejumlah UKM, sampai hasil kinerja satker selama tiga tahun terakhir.

Baca selengkapnya...

Sejarah Probolinggo

  • 05 September 2016 |
  • Diterbitkan di depan

jabung

Sejarah Probolinggo

Pada zaman Pemerintahan Prabu Radjasanagara (Sri Nata Hayam Wuruk) raja Majapahit yang ke IV (1350-1389),  Terdapat  pedukuhan kecil di bawah pemerintahan Akuwu di Sukodono. Nama pedukuhan ini adalah “Banger” dikenal dari buku Negarakertagama yang ditulis oleh Pujangga Kerajaan Majapahit yang terkenal, yaitu Prapanca. Sejalan dengan perkembangan politik kenegaraan/kekuasaan pada zaman Kerajaan Majapahit, Pemerintahan di Banger juga mengalami perubahan-perubahan/perkembangan seirama dengan perkembangan zaman. Semula merupakan pedukuhan kecil di muara kali Banger, kemudian berkembang manjadi Pakuwon yang dipimpin oleh seorang Akuwu, di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit. Pada saat Bre Wirabumi (Menak Jinggo), Raja Blambangan berkuasa Banger yang merupakan perbatasan antara Majapahit dan Blambangan, dikuasai pula oleh Bre Wirabumi.

Baca selengkapnya...
Berlangganan ke pengumpan RSS ini